Gelontoran dana fantastis yang mengalir ke sektor kecerdasan buatan atau AI dinilai perlu didistribusikan secara lebih merata. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, diskusi hangat mengenai masa depan teknologi ini mengemuka dalam ajang Forbes Global CEO Conference yang mempertemukan para pemimpin bisnis dunia.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →CEO Temasek Holdings, Dilhan Pillay Sandrasegaran, mengungkapkan bahwa sebagian besar modal saat ini terkonsentrasi pada infrastruktur dan cip semikonduktor. Menurut laporan, ia mempertanyakan ketersediaan modal bagi perusahaan lain yang ingin melakukan transformasi digital ke depan.
"Begitu banyak dana yang bergerak ke infrastruktur AI sehingga kita harus mulai memikirkan berapa banyak modal yang tersisa untuk adopsi di masa mendatang," ujar Sandrasegaran dalam sesinya di hadapan para investor global.
Sementara itu, miliarder Ray Dalio turut melontarkan peringatan tajam dalam konferensi yang sama. Dari analisis awak media, ia menilai fenomena lonjakan investasi teknologi ini menyerupai gelembung klasik yang berisiko meletus seiring kenaikan suku bunga global.
Di sisi lain, para pelaku industri terus mencari strategi terbaik agar pemanfaatan teknologi baru ini dapat berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek perlindungan tenaga kerja dan tata kelola data yang transparan.