Bursa saham Amerika Serikat kompak mengalami pelemahan pada perdagangan Rabu pagi waktu setempat. Berdasarkan laporan pasar, indeks Dow Jones Industrial Average merosot sebesar 0.6 persen, sementara indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite sama-sama terkoreksi 0.2 persen dan harus rela meninggalkan level rekor tertinggi mereka sebelumnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Tekanan di lantai bursa terutama dipicu oleh lonjakan imbal hasil obligasi Treasury jangka panjang. Imbal hasil obligasi 30 tahun sempat menyentuh level tertinggi sejak tahun 2002 sebelum akhirnya sedikit mereda dan ditutup pada kisaran 5.66 persen, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan suku bunga ke depan.
Dalam rilis risalah rapat Federal Reserve bulan September yang diumumkan pada sore harinya, para pejabat bank sentral mengisyaratkan bahwa langkah kenaikan suku bunga lanjutan kemungkinan besar akan diperlukan sebelum tahun ini berakhir. Meskipun demikian, para pembuat kebijakan menegaskan bahwa keputusan tersebut akan sangat bergantung pada data ekonomi yang masuk.
Selain faktor suku bunga, sentimen pasar turut dibebani oleh eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak mentah Brent mendekati level USD 100 per barel. Ketidakpastian global ini membuat para pelaku pasar menjadi lebih berhati-hati dalam menempatkan aset mereka di tengah volatilitas yang tinggi.
Di sisi lain, sektor aset kripto juga tak luput dari tekanan jual yang masif. Harga Bitcoin dilaporkan jatuh ke bawah level USD 83.000 akibat likuidasi posisi beli atau long positions dalam skala besar, yang turut menyeret turun sejumlah saham perusahaan terkait kripto di Wall Street.