Pasar keuangan global dihebohkan dengan kejatuhan tajam saham platform investasi digital Webull yang mengalami hari terburuknya dalam satu tahun terakhir. Berdasarkan laporan dari berbagai media finansial internasional, harga saham perusahaan anjlok hingga sekitar 19 persen dalam satu sesi perdagangan akibat tekanan politik yang mendalam di Amerika Serikat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media, tekanan jual yang masif ini bermula setelah komite khusus DPR Amerika Serikat merilis temuan investigasi yang mengejutkan. Penyelidikan tersebut menyoroti bahwa Webull memiliki keterkaitan struktural yang kuat dengan pemerintah China, yang kemudian memicu kekhawatiran serius terkait risiko keamanan nasional dan kepatuhan regulasi di negeri Paman Sam.
Meskipun Webull berpusat di St. Petersburg, Florida, dan mengantongi jutaan pengguna aktif di AS, laporan kongres tersebut menemukan adanya kesenjangan yang signifikan antara pencitraan publik perusahaan sebagai entitas Amerika murni dan struktur operasional aslinya. Menurut pengamatan tim redaksi, arsitektur kepemilikan, infrastruktur teknologi, hingga jaringan tenaga kerja perusahaan terbukti berakar kuat di Republik Rakyat China.
Di sisi lain, manajemen Webull dengan tegas membantah seluruh temuan tersebut dan menyatakan bahwa laporan komite mengandung banyak ketidakakuratan serta kesimpulan yang tidak didukung bukti kuat. Kendati demikian, para pelaku pasar tetap bersikap hati-hati mengingat isu geopolitik dan regulasi dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap keberlangsungan bisnis platform perdagangan tersebut.