Musim laporan keuangan kuartal ketiga tahun ini diprediksi akan didominasi secara mutlak oleh dua raksasa semikonduktor dunia, yakni Nvidia dan Micron. Berdasarkan analisis dari ZeroHedge yang menghimpun estimasi dari Goldman Sachs dan FactSet, kedua perusahaan teknologi raksasa ini siap menunjukkan taringnya dengan menyumbang lebih dari sepertiga total pertumbuhan laba per saham atau earnings per share (EPS) bagi indeks S&P 500.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Bahkan, pengamatan awak media menunjukkan bahwa pertumbuhan laba gabungan dari kedua raksasa chip tersebut bakal melampaui total pencapaian dari 490 perusahaan terbawah di indeks S&P 500 jika digabungkan sekaligus. Secara keseluruhan, sektor infrastruktur kecerdasan buatan atau AI diestimasi menjadi motor penggerak utama yang menyumbang lebih dari separuh pertumbuhan EPS S&P 500 pada kuartal ini, mempertegas dominasi teknologi dalam lanskap ekonomi global.
Lonjakan performa finansial ini mencerminkan fase krusial dari gelombang adopsi kecerdasan buatan yang tengah melanda dunia bisnis saat ini. Menurut pandangan Dan Ives selaku mitra di Yorkville Ives, siklus adopsi teknologi ini baru berada pada "babak ketiga dari total sembilan babak dalam sebuah pertandingan". Besarnya komitmen dana yang digelontorkan menjadi bukti nyata atas masifnya ekspansi di sektor tersebut.
Lebih lanjut, Ives mencatat bahwa total belanja infrastruktur AI yang dikeluarkan oleh lima platform cloud terbesar dunia tahun ini diperkirakan mencapai kisaran USD 850 miliar. Angka fantastis tersebut setara dengan anggaran pertahanan Amerika Serikat dan menempatkannya sebagai salah satu kontributor terbesar bagi pembentukan investasi tetap di dalam perekonomian nasional saat ini. Berdasarkan analisis pasar, Nvidia tetap menjadi salah satu pilihan utama di sektor teknologi.
Secara makro, indeks S&P 500 secara keseluruhan diproyeksikan mencatatkan pertumbuhan laba tahun ke tahun sebesar 29.5 persen untuk kuartal ketiga yang baru saja berakhir. Apabila proyeksi tersebut terwujud, pencapaian ini akan menandai kuartal ketiga berturut-turut di mana pertumbuhan laba bertahan di atas level 25 persen, sekaligus memperpanjang rekor pertumbuhan laba dua digit dalam delapan kuartal berturut-turut.
Prospek cerah tampaknya juga masih akan berlanjut hingga penghujung tahun mendatang. Para analis Wall Street kini tengah memasang target pertumbuhan laba sebesar 27.6 persen untuk kuartal keempat, sementara proyeksi untuk keseluruhan tahun 2026 memperkirakan pertumbuhan laba tahunan menyentuh angka 32.4 persen, mencerminkan optimisme yang tinggi di kalangan investor pasar modal.