Langkah strategis kembali diambil oleh raksasa teknologi semikonduktor Advanced Micro Devices atau AMD yang secara resmi memberikan hak beli saham atau waran kepada dua pemain besar industri kecerdasan buatan, yakni OpenAI dan Meta. Berdasarkan laporan internal yang terungkap ke publik, masing-masing perusahaan tersebut mendapatkan alokasi hingga 160 juta lembar saham dengan harga eksekusi yang sangat murah, yaitu hanya senilai satu sen per lembar.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis dari awak media, kebijakan korporasi semacam ini tentu memicu perdebatan sengit di kalangan investor pasar modal terkait potensi dilusi saham yang cukup masif. Terlebih lagi, dengan valuasi perusahaan yang kini telah menembus angka triliunan dolar, pelepasan ratusan juta lembar saham dengan harga nyaris gratis ini menuntut adanya imbal hasil performa operasional yang sepadan dari para pembeli utamanya.
Kendati demikian, manajemen AMD menerapkan mekanisme pengamanan yang ketat di mana waran tersebut tidak bisa serta-merta dicairkan begitu saja tanpa adanya realisasi pembelian nyata. Sebagaimana dilaporkan, setiap tranches saham baru akan diberikan jika OpenAI dan Meta benar-benar memborong prosesor buatan AMD hingga kapasitas terpasang mencapai enam gigawatt bagi masing-masing pihak.
Menurut pengamatan tim redaksi, struktur perjanjian bisnis yang cerdas ini berfungsi ganda sebagai pengikat loyalitas pelanggan sekaligus penjamin arus pendapatan jumbo bagi perusahaan di masa mendatang. Dengan kata lain, ekspansi kepemilikan saham ini berjalan beriringan secara proporsional dengan laju belanja infrastruktur perangkat keras yang digelontorkan oleh kedua raksasa teknologi tersebut.
Di sisi lain, valuasi saham AMD sendiri memang sedang berada dalam tren bullish yang luar biasa setelah mencatatkan kenaikan signifikan di bursa saham global. Kendati rasio harga terhadap pendapatan atau price to earnings ratio berada di level yang cukup tinggi, pasar tampaknya masih menaruh ekspektasi besar terhadap dominasi berkelanjutan perusahaan di sektor cip kecerdasan buatan.