Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mulai merombak total strategi penanganan sampah yang terbawa aliran Sungai Ciliwung. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, langkah ini diambil untuk mengatasi masalah klasik penumpukan sampah di ibu kota yang selama ini kerap menjadi sorotan publik saat musim hujan tiba.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Alih-alih hanya fokus menangani sampah di bagian hilir atau setelah menumpuk di pintu air, Pemprov DKI kini menerapkan sistem penyaringan dan pengelolaan dari hulu sungai. Fasilitas penanganan khusus yang didirikan di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, difungsikan untuk menyaring serta memilah sampah sebelum aliran air masuk lebih jauh ke jantung kota.
Mengutip laporan langsung dari lokasi peninjauan, Pramono Anung menyatakan bahwa strategi hulu ini terbukti efektif dalam memangkas volume sampah yang masuk ke wilayah hilir. Sebagaimana dijelaskan, hampir 30 persen sampah dari Sungai Ciliwung berhasil dijaring dan diproses langsung di fasilitas tersebut.
Lebih lanjut, sampah yang berhasil diamankan kemudian dikelola secara komprehensif, mulai dari pengolahan material organik hingga pemadatan residu untuk kebutuhan sejumlah industri sekitar. Pramono menegaskan bahwa pola penanganan ini dilakukan secara holistik dan terencana, serta berencana akan diperluas ke berbagai aliran sungai lainnya di Jakarta.