Usia paruh baya sering kali diidentikkan dengan masa-masa penurunan fisik dan persiapan pensiun yang membosankan. Namun, pandangan keliru tersebut sukses dipatahkan oleh seorang wanita berusia 57 tahun bernama Anna Tan yang memilih untuk melihat fase kehidupan ini dengan perspektif yang jauh lebih menyegarkan dan penuh vitalitas.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan media internasional, Anna Tan awalnya tiba di Singapura pada Februari 2011 hanya dengan kontrak konsultasi singkat selama empat bulan tanpa rencana jangka panjang. Seiring berjalannya waktu, ia justru jatuh cinta dengan atmosfer negeri singa tersebut, mendapatkan status penduduk tetap, hingga resmi menjadi warga negara Singapura di tengah masa pandemi COVID-19.
Sebagai seorang pelatih tim kepemimpinan profesional yang telah berpengalaman lebih dari dua dekade, Anna mulai menyadari fenomena kesepian khas yang kerap dirasakan oleh para wanita sukses paruh baya. Menurut pengamatannya, banyak wanita seusianya merasa seolah-olah diri mereka telah melampaui ruangan tempat mereka berada dan terjebak dalam stigma penuaan yang diciptakan oleh masyarakat modern.
Menanggapi kecemasan teman-temannya mengenai tubuh yang mulai melemah dan bayang-bayang masa tua, Anna dengan tegas menyatakan "Hang on, ladies. There's more to this". Dari situlah ia bersama dua orang rekannya, Emma Noguchi Devianne dan Anna Williams, menggagas sebuah komunitas eksklusif bernama The AM Club untuk merangkul para wanita matang.
Nama komunitas ini sengaja dibuat memiliki banyak tafsir dan tidak memiliki definisi tunggal yang kaku. Singkatan AM dapat merujuk pada After Menopause, Morning sebagai lambang fajar baru, Alive Mind, hingga Advanced Mindset, di mana inti utamanya adalah membebaskan para wanita dari batasan usia yang membelenggu potensi besar mereka.
Mengadopsi filosofi Pengobatan Tradisional Tiongkok yang memandang menopause sebagai musim semi kedua, Anna merancang komunitas ini bukan sebagai kelompok pendukung bagi wanita yang sedang berjuang melawan masalah psikologis. Sebaliknya, The AM Club ditujukan khusus bagi wanita yang sudah mandiri secara finansial, stabil secara emosional, dan siap menjalani hidup tanpa rasa bersalah.
Tim redaksi menilai langkah yang diambil Anna Tan memberikan angin segar dalam narasi global tentang penuaan dan pemberdayaan perempuan. Melalui pendekatan psikologis yang matang dan kuis berbasis arketipe musim seperti Wild Phoenix hingga Wise Alchemist, komunitas ini membantu para anggotanya mengenali potensi terbaik dalam diri mereka untuk menyambut babak kehidupan selanjutnya.
Tidak hanya berfokus pada diskusi mentalitas, The AM Club juga rutin merencanakan ekspedisi global bertaraf internasional yang memadukan kegiatan refleksi diri dengan kenyamanan fasilitas bintang lima. Sejumlah destinasi eksotis seperti Teras Sawah Longji di Tiongkok, Maasai Mara di Kenya, hingga hutan Amazon di Peru telah disiapkan sebagai wadah petualangan bagi para wanita tangguh tersebut.