Kualitas udara di Singapura mendadak memburuk pada akhir pekan ini setelah wilayah sentral negara tersebut tercatat masuk dalam kategori tidak sehat. Berdasarkan laporan National Environment Agency, Indeks Standar Polutan atau PSI 24-jam di kawasan tersebut menyentuh angka 105 menjelang siang hari.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Sementara itu, kondisi udara di empat wilayah lainnya yakni timur, barat, selatan, dan utara terpantau masih berada dalam tingkat moderat. Kendati demikian, konsentrasi partikel halus PM2.5 menunjukkan peningkatan signifikan yang mencerminkan penurunan kualitas udara secara umum.
Berdasarkan analisis tim redaksi, kabut asap tipis ini mulai menyelimuti wilayah Singapura akibat tiupan angin tenggara atau selatan yang membawa gumpalan asap dari titik-titik kebakaran hutan. Asap pekat terpantau berasal dari wilayah selatan Sumatra serta sejumlah titik api di Kalimantan.
Mengutip laporan resmi otoritas lingkungan setempat, kondisi cuaca kering yang meluas di kawasan regional turut memperparah potensi persebaran asap. Pihak berwenang memperkirakan kondisi udara dengan tingkat PSI sedang hingga tidak sehat ringan ini masih akan bertahan seiring minimnya curah hujan.
Menanggapi situasi tersebut, pemerintah setempat langsung mengeluarkan imbauan kesehatan bagi masyarakat luas agar mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan. Kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit jantung dan paru kronis diminta untuk menghindari kegiatan berat di luar rumah guna meminimalisir dampak buruk polusi udara.