Prestasi membanggakan ditorehkan oleh atlet golf putri asal Singapura, Shannon Tan, dalam ajang Aichi-Nagoya Asian Games 2026 yang berlangsung di Kasugai Country Club East Course, Jepang. Pegolf berusia muda tersebut sukses mengamankan medali perunggu setelah membukukan total skor 14-under 266 usai merampungkan putaran keempat dengan catatan dua-under 68 pada Sabtu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Keberhasilan ini menempatkan Shannon sebagai atlet golf pertama sepanjang sejarah Singapura yang berhasil naik podium di ajang multi-olahraga terbesar se-Asia tersebut. Meski demikian, terselip perasaan campur aduk di benak sang atlet mengingat target utama yang diusungnya sejak awal adalah medali emas.
"Feels like I've been knocking on doors to win a title for quite a while. That's something that's always been on my mind," ujar Shannon kepada para wartawan usai pertandingan, mengungkapkan ambisinya yang besar untuk selalu memburu titel juara.
Berdasarkan jalannya pertandingan, persaingan di papan atas berlangsung sangat ketat dan dramatis hingga lubang terakhir. Shannon sempat memimpin jalannya turnamen pada dua putaran awal sebelum posisinya tergeser oleh pegolf India, Pranavi Sharath Urs, dan mantan petenis nomor satu dunia asal China, Yin Ruoning.
Meskipun sempat menghadapi kendala berupa double bogey di sembilan lubang pertama, Shannon menunjukkan mental baja dengan bangkit melalui empat birdie dalam lima lubang di paruh akhir permainan. Ia bahkan sempat menempel ketat selisih satu pukulan dari sang pemuncak klasemen menjelang akhir laga.
Dalam babak penentuan medali perak melalui sudden-death playoff, Shannon harus mengakui keunggulan Yin Ruoning setelah bertanding sengit di lubang pertama. Kendati demikian, pencapaian medali perunggu ini tetap menjadi tonggak sejarah baru yang luar biasa bagi dunia golf Singapura.
Tim redaksi menilai pencapaian konsisten Shannon dalam beberapa tahun terakhir, termasuk partisipasinya di Olimpiade 2024 serta kesuksesannya di Ladies European Tour, membuktikan kapasitasnya sebagai atlet kelas dunia. Presiden Singapore Golf Association, Lee Lung Nien, turut memuji performa luar biasa tersebut dan meyakini prestasi ini akan menginspirasi generasi muda golf di tanah airnya.