Harga tembaga dunia kembali mencatatkan tren positif setelah tertekan oleh kekhawatiran pasar sepanjang pekan sebelumnya. Logam industri ini mengalami kenaikan beruntun di bursa perdagangan internasional menyusul rilis data ketenagakerjaan terbaru dari Amerika Serikat yang memberikan angin segar bagi pasar keuangan global.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan pasar komoditas, data nonfarm payrolls Amerika Serikat bulan lalu tercatat hanya naik sebanyak 29.000 posisi. Angka tersebut berada di bawah ekspektasi para ekonom, yang kemudian membuat para pelaku pasar mengurangi taruhan mereka terhadap potensi pengetatan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve.
Dari analisis awak media, penurunan tekanan pada kebijakan bank sentral tersebut memberikan ruang napas bagi aset-aset non-imbal hasil seperti komoditas logam. Meskipun sempat merosot akibat sinyal pelemahan sektor industri di China, harga tembaga tetap bertahan di dekat level tertingginya berkat kuatnya permintaan dari sektor energi terbarukan dan pusat data.
Sementara itu, aktivitas perdagangan di kawasan Asia terpantau bergerak variatif di tengah libur panjang Golden Week di China yang turut memengaruhi likuiditas pasar logam secara keseluruhan. Para analis memperkirakan pergerakan komoditas ini masih akan sangat bergantung pada dinamika kebijakan moneter global serta keseimbangan pasokan fisik di gudang-gudang dunia.