Miliarder terkenal Mark Cuban baru-baru ini melontarkan kritik pedas terhadap platform media sosial Facebook yang dinilainya membiarkan iklan penipuan berbasis kecerdasan buatan atau deepfake AI terus berkeliaran. Menurut Cuban, dirinya kerap menerima keluhan dari para lanjut usia yang hampir tertipu oleh iklan obat palsu yang menggunakan wajah serta suara miliknya tanpa izin.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan eksklusif dari Reuters, dokumen internal Meta menunjukkan bahwa perusahaan tersebut memperkirakan sekitar USD 16 miliar dari pendapatan tahun 2024 bersumber dari iklan penipuan dan produk terlarang. Data internal bahkan mencatat adanya miliaran tayangan iklan berisiko tinggi setiap harinya yang lolos dari sistem moderasi ketat platform tersebut.
Menanggapi kontroversi ini, pihak Meta melalui juru bicaranya membela diri dan menyatakan bahwa dokumen tersebut memberikan sudut pandang yang distorsif mengenai upaya keamanan mereka. Meta mengeklaim telah berhasil menurunkan ratusan juta iklan penipuan serta mencatatkan penurunan laporan dari pengguna dalam beberapa waktu terakhir.
Kendati demikian, para pengamat keamanan siber menilai maraknya penipuan digital ini menimbulkan ancaman nyata, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia di Amerika Serikat yang mengalami kerugian finansial masif. Tim redaksi mencatat bahwa ketegasan regulasi dan sistem verifikasi pengiklan yang lebih ketat menjadi harga mati guna menghentikan eksploitasi teknologi AI oleh sindikat kejahatan siber.