Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mendadak menjadi sorotan publik setelah diwarnai kericuhan akibat suara petasan yang dibunyikan hingga larut malam. Berdasarkan pengamatan dan analisis tim redaksi, insiden ini memicu keresahan mendalam di tengah masyarakat karena mengabaikan kenyamanan lingkungan sekitar, terutama bagi warga yang membutuhkan ketenangan pada jam istirahat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara terbuka menyatakan kekecewaannya atas tindakan tersebut. Menurutnya, aksi menyalakan petasan hingga menjelang pukul 02.00 dini hari sangat tidak pantas dilakukan karena mengganggu ketenteraman publik serta berdampak langsung pada kondisi psikologis anak-anak warga yang sensitif terhadap suara bising.
Sebagaimana dilaporkan dalam berbagai platform media sosial, keributan bermula ketika warga sekitar melayangkan protes keras kepada pihak penyelenggara acara. Mengutip laporan dari awak media di lapangan, situasi sempat memanas dan berujung adu argumen antara warga setempat dengan pihak yang menyalakan kembang api dan petasan tersebut.
Menanggapi kegaduhan yang kadung viral ini, Pramono menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta, termasuk aparat kewilayahan, untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut secara komprehensif. Pemerintah berkomitmen memastikan agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa mendatang demi menjaga harmoni kehidupan sosial warga ibu kota.