Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan proyek strategis Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Bantargebang segera terealisasi. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, langkah ini menjadi babak baru dalam mengatasi masalah klasik pembuangan limbah Ibu Kota yang selama ini menjadi pekerjaan rumah berkepanjangan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa hambatan utama terkait penyediaan lahan yang sempat membayangi proyek tersebut kini telah menemui titik terang. Menurut laporan yang dihimpun, solusi tersebut membuka peluang besar bagi fasilitas ini untuk segera masuk dalam batch ketiga pembangunan infrastruktur pengolahan sampah.
"Karena peraturan yang baru dan di Jakarta ini kan apa untuk penyediaan tanah relatif menjadi problem. Tapi akhirnya kemarin sudah ada jalan keluar, termasuk yang di Bantargebang," ujar Pramono Anung saat ditemui di Balai Kota Jakarta.
Lebih lanjut, awak media mencatat bahwa Pemprov DKI tidak hanya bergantung pada satu metode tunggal dalam mereduksi volume limbah. Berbagai inisiatif strategis seperti fasilitas Refuse Derived Fuel di Rorotan dan Bantargebang, TPS3R, hingga optimalisasi pembersihan sungai turut digenjot secara masif demi menciptakan ekosistem berkelanjutan.
"Ini akan membuat apa iklim ekosistem sampah setelah Pergub Nomor 5 Tahun 2026 kita keluarkan, mudah-mudahan pengaturan sampah di Jakarta semakin baik," pungkas Pramono menutup keterangannya terkait penataan lingkungan jangka panjang di Jakarta.