Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meningkatkan status kesiagaan menghadapi ancaman bencana seiring dengan dampak fenomena cuaca ekstrem yang melanda wilayah perkotaan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara tegas meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah serta seluruh instansi terkait untuk memperkuat mitigasi risiko, khususnya potensi kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan tim redaksi, peningkatan risiko ini tidak lepas dari musim kemarau panjang yang dipicu oleh fenomena El Nino tahun ini. Kondisi cuaca yang kering memperbesar kerentanan wilayah perkotaan terhadap musibah kebakaran yang dapat dipicu oleh hal-hal kecil seperti arus pendek listrik hingga pembuangan puntung rokok sembarangan.
Dalam keterangannya, Pramono menekankan pentingnya keseriusan penanganan kebencanaan mengingat posisi ibu kota sebagai salah satu kota global dunia. Mengutip laporan dari Oxford University, wilayah Indonesia yang berada di jalur Ring of Fire memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi sehingga menuntut kesiapan ekstra dari aparat penegak mitigasi.
"Sebenarnya posisi ini cukup baik, tetapi hal yang berkaitan dengan kebencanaan ini menjadi hal yang harus secara serius kita tangani dan kita persiapkan," ujar Pramono saat membuka Rapat Koordinasi Daerah Penanggulangan Bencana Provinsi DKI Jakarta 2026 di Jakarta Pusat.
Lebih lanjut, ia berharap agar musim hujan dapat segera turun pada awal Oktober ini guna meredam potensi kekeringan ekstrem. Kendati demikian, seluruh jajaran petugas tetap diinstruksikan untuk siaga penuh mengantisipasi segala kemungkinan darurat di lapangan demi keselamatan warga.