Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah komando Gubernur Pramono Anung kembali menunjukkan komitmen serius dalam menangani persoalan menahun ibu kota. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, langkah strategis ini difokuskan pada pengelolaan lingkungan yang terintegrasi guna menekan volume limbah sekaligus mengendalikan ancaman banjir.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa pihaknya akan memperluas proyek pengelolaan limbah modern yang sebelumnya telah sukses diterapkan di kawasan TB Simatupang, Jagakarsa. Program inovatif tersebut kini bersiap merambah ke berbagai wilayah strategis di seluruh penjuru Jakarta.
"Kita akan mengembangkan penanganan yang seperti ini di 11 sungai yang ada di Jakarta," ujar Pramono saat melakukan peninjauan langsung di lokasi saringan sampah TB Simatupang, Jakarta Selatan.
Sebagaimana dilaporkan, wilayah ibu kota sendiri dialiri oleh 13 sungai utama yang memegang peranan vital bagi ekosistem perkotaan. Proyek saringan sampah yang kini sudah beroperasi efektif di Sungai Ciliwung terbukti mampu memproses limbah secara mandiri, mulai dari diolah menjadi pupuk kompos, budidaya maggot, hingga penanganan residu akhir.
Berdasarkan analisis awak media, kehadiran infrastruktur pengendali limbah ini tidak hanya berfungsi meringankan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang, tetapi juga menjadi benteng utama dalam mitigasi bencana banjir. Dengan menyaring material sampah secara masif sebelum memasuki aliran padat penduduk, aliran air dapat dijaga tetap lancar.
Adapun daftar kesebelas aliran sungai yang masuk dalam proyek pembangunan fasilitas saringan sampah ini meliputi Kali Sunter, Cipinang, Jatikramat, Kali Baru Timur, Kali Baru Barat, Kali Angke, Kali Grogol, Kali Krukut, Kali Buaran, Kalimalang, hingga Kali Cakung. Pemerintah menargetkan seluruh titik tersebut dapat segera terintegrasi dalam sistem penanganan banjir komprehensif.