Kesibukan luar biasa tengah menyelimuti para petugas Unit Penanganan Sampah atau UPS Badan Air Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Sebulan terakhir, fokus mereka tidak hanya berkutat pada pembersihan aliran kali, tetapi juga merakit sebuah mahakarya kreatif dari tumpukan sampah plastik.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Karya tersebut dipersiapkan secara khusus untuk memeriahkan hajatan tahunan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, yakni Festival Cinta Lingkungan atau Cilung 2026. Berdasarkan jadwal, ajang bergengsi ini rencananya akan dihelat di kawasan Waduk Sunter, Jakarta Utara.
Jika pada tahun sebelumnya tim Cengkareng sukses mencuri perhatian lewat instalasi masjid apung, tahun ini mereka mengusung konsep yang jauh lebih megah. Mereka membangun sebuah instalasi perahu hias berbentuk kereta unta raksasa yang didominasi warna emas dan hijau.
Menurut pengamatan awak media, kreativitas ini membuktikan bahwa barang-barang bekas yang mencemari lingkungan dapat disulap menjadi karya seni bernilai tinggi. Terlebih lagi, instalasi unik tersebut dirancang sangat kokoh hingga mampu menampung sekitar dua puluh orang penumpang lengkap dengan mesin pendorongnya.
Di balik megahnya perahu hias tersebut, tersimpan makna filosofis mendalam mengenai etos kerja dan ketahanan hidup para pejuang kebersihan. Pengawas UPS Badan Air Kecamatan Cengkareng, Donal Aldiansyah, menjelaskan bahwa pemilihan tema mamalia gurun ini terinspirasi dari karakter unta yang kuat serta penuh kesabaran.
Sebagaimana disampaikan oleh Donal, "Kita musyawarah dengan tim, kenapa harus kereta unta? Karena salah satu simbol perjalanan panjang kehidupan yang menginspirasi kita semua. Unta itu binatang yang kuat, kokoh, sabar, dan istiqomah." Nilai-nilai ketangguhan itulah yang senantiasa ditanamkan dalam menghadapi beratnya tugas menjaga kebersihan aliran air di Ibu Kota.