Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengungkapkan bahwa kopilot di balik percobaan serangan terhadap penerbangan maskapai flydubai menuju Israel telah menjalani indoktrinasi radikal. Insiden dramatis ini memaksa para penumpang mengambil alih situasi dan mengalihkan pendaratan darurat ke Arab Saudi sebelum akhirnya seluruh penumpang yang mayoritas warga Israel dipulangkan dengan selamat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam keterangannya, Netanyahu menyebutkan bahwa sang pelaku sempat berteriak meminta agar dirinya dibunuh saat digagalkan oleh kapten dan para penumpang, yang mengindikasikan niat bunuh diri. Berdasarkan laporan yang dihimpun, kejaksaan agung Uni Emirat Arab langsung bergerak cepat dengan mengumumkan investigasi resmi, termasuk mendalami kemungkinan adanya unsur aktivitas atau motif teroris di balik insiden penusukan di kokpit tersebut.
Dari analisis awak media, aksi heroik dari pilot berkebangsaan India bernama Smit Machchhar serta kesigapan para penumpang berhasil mencegah terjadinya bencana besar di udara setelah pesawat mendadak kehilangan ketinggian secara drastis. Pihak berwenang Arab Saudi kemudian menyerahkan sang kopilot kepada tim keamanan Emirat, sementara maskapai flydubai memutuskan untuk menangguhkan sementara penerbangan rute ke Israel selama proses investigasi mendalam berlangsung.