Kabar duka menyelimuti dunia seni dan politik tanah air setelah kepergian tokoh seniman sekaligus budayawan terkemuka, Guruh Soekarnoputra. Sejumlah tokoh nasional turut menyampaikan rasa kehilangan mendalam, salah satunya adalah kader senior PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan tim redaksi, momen kebersamaan antara Ganjar dan mendiang Guruh sempat terukir saat keduanya berjumpa di rumah sakit ketika almarhum menjalani perawatan medis. Meskipun kondisi fisik sedang berjuang melawan sakit, semangat almarhum dalam membicarakan warisan bangsa sama sekali tidak surut.
Menurut keterangan Ganjar Pranowo saat melayat ke rumah duka di kawasan Jakarta Selatan, almarhum masih menunjukkan antusiasme tinggi ketika membahas topik-topik krusial seputar kesenian, kebudayaan nusantara, hingga nilai-nilai luhur Pancasila.
"Saya ketemu beliau di rumah sakit, ya. Kita ngobrol banyak, beliau masih cerita soal seni, budaya, gitu ya," ungkap Ganjar saat mengenang obrolan terakhirnya bersama putra Presiden pertama RI Soekarno tersebut.
Lebih lanjut, Ganjar menilai bahwa perhatian dan kepedulian mendalam Guruh terhadap persoalan kebangsaan tetap konsisten ditunjukkan hingga akhir hayatnya. Baginya, dedikasi yang ditunjukkan sang budayawan merupakan sebuah teladan ketulusan dalam merawat identitas bangsa.
"Cerita tentang Pancasila gitu, itu luar biasa lah menurut saya. Saya melihat memang beliau orang sangat serius untuk ngurus seni dan budaya. Banyak cerita," tambahnya menggambarkan ketulusan sang seniman.
Mengutip laporan yang dihimpun awak media, kabar mengenai kondisi kesehatan Guruh yang semakin menurun sempat dipantau secara berkala oleh Ganjar melalui komunikasi intensif dengan rekan-rekannya di jajaran DPP PDI Perjuangan karena posisinya yang sedang berada di Yogyakarta.