Suasana duka menyelimuti kediaman mendiang Guruh Soekarnoputra di Jalan Sriwijaya Raya, Jakarta Selatan, pada Sabtu. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hadir langsung untuk melayat dan menyampaikan penghormatan terakhir kepada putra bungsu Presiden Pertama RI Soekarno tersebut yang dikenal luas sebagai sosok multitalenta.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pernyataan Pramono Anung di rumah duka, dirinya mengaku sangat kehilangan sosok sahabat sekaligus figur penting yang memiliki dedikasi luar biasa bagi bangsa. Pramono menyebut Guruh bukan sekadar seorang seniman dan budayawan, melainkan juga politisi serta kreator ulung yang selalu menempatkan rasa nasionalisme tinggi dalam setiap karyanya.
Mengutip laporan dari lokasi persemayaman, Pramono mengungkapkan bahwa interaksinya dengan almarhum tergolong sangat intens dalam beberapa waktu terakhir. Ia bahkan sempat melakukan pertemuan pribadi sekitar tiga minggu sebelum sang musisi legendaris tersebut menghembuskan napas terakhirnya di usia 73 tahun.
Dari analisis pengamatan tim redaksi, meski kondisi kesehatan almarhum sempat mengalami penurunan menjelang akhir hayatnya, semangat berkarya Guruh tidak pernah padam. Pramono menambahkan bahwa almarhum sempat menyimpan keinginan besar untuk kembali mementaskan karya-karya spektakuler dari kelompok seni Guruh Soekarnoputra Production.