Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra. Berdasarkan laporan, Airlangga mendatangi rumah duka di Jalan Sriwijaya Raya, Jakarta Selatan, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sang tokoh bangsa pada Sabtu, 26 September 2026.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Di mata Airlangga, almarhum merupakan sosok figur multitalenta yang memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan seni dan kebudayaan nasional. Mengutip pernyataan resminya di lokasi, Airlangga menilai bahwa karya-karya ciptaan Guruh, khususnya di bidang musik dan koreografi, memiliki nilai keabadian yang akan selalu dikenang lintas generasi.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, kedekatan emosional antara keluarga Airlangga dan almarhum terjalin erat melalui kecintaan yang sama terhadap dunia kebudayaan nusantara. Airlangga mengungkapkan bahwa sang istri, Yanti Airlangga, memiliki kedekatan khusus dengan Guruh dalam berbagai inisiatif pelestarian seni tradisional.
Lebih lanjut, Airlangga menyebutkan bahwa komunikasi terakhirnya dengan almarhum terjadi sekitar tiga hingga empat bulan lalu sebelum kondisi kesehatan Guruh mulai menurun. Kepergian sang maestro tentu meninggalkan kekosongan besar bagi dunia kesenian Indonesia.
Sebagaimana diketahui, Guruh Soekarnoputra menghembuskan napas terakhirnya di usia 73 tahun setelah sempat mendapat perawatan intensif di rumah sakit akibat kondisi kesehatan yang kritis.