Loading
Bandar Bola Kabayan News Jakarta Bandar Bola Kabayan News Jakarta
/home / teknologi / Proyek AI Oracle Kolaps, Kerugian...
TEKNOLOGI

Proyek AI Oracle Kolaps, Kerugian Data Center Tembus Rp 3.000 Triliun

By Dwipanji Ahmad Sundoro • 2 min read • 27 September 2026
Ilustrasi kompleks data center dan server teknologi kecerdasan buatan

Ilustrasi kompleks data center dan server teknologi kecerdasan buatan

Industri kecerdasan buatan global kembali diguncang oleh kabar kurang sedap setelah salah satu perusahaan teknologi terkemuka mengalami kendala serius pada infrastruktur utamanya. Oracle Corp. terpaksa mengambil langkah darurat dengan memberlakukan klausul force majeure pada proyek pembangunan data center masif yang dikenal sebagai Project Jupiter di New Mexico.

Berdasarkan laporan media internasional, langkah hukum tersebut diambil oleh perusahaan untuk melindungi diri dari lonjakan biaya operasional akibat penundaan yang disebabkan oleh penolakan warga lokal dan hambatan regulasi. "Oracle Corp. sedang bergerak untuk melindungi dirinya dari penumpukan pengeluaran pada pusat data besar yang sedang dibangun di New Mexico," demikian laporan yang dikutip dari pemberitaan Bloomberg.

Kendala yang dialami Oracle ternyata hanya puncak gunung es dari permasalahan yang lebih besar di industri teknologi saat ini. Berdasarkan analisis awak media, penundaan dan pemblokiran proyek pembangunan pusat data secara industri kini telah mencapai angka fantastis antara USD 64 miliar hingga USD 200 miliar atau setara dengan ribuan triliun rupiah.

Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa gelombang hambatan ini tidak hanya melibatkan masalah izin lingkungan, tetapi juga memicu kekhawatiran serius di kalangan investor Wall Street. Sebagai pemain yang relatif kecil di sektor pusat data jika dibandingkan dengan raksasa seperti Amazon atau Microsoft, Oracle dinilai memiliki ketahanan finansial yang lebih rentan terhadap penundaan proyek jangka panjang.

Situasi semakin mengkhawatirkan menyusul peringatan dari lembaga keuangan Apollo mengenai risiko utang korporasi yang mendanai ledakan infrastruktur kecerdasan buatan. Menurut laporan tersebut, utang yang diterbitkan oleh penyedia layanan awan menjadi semakin berisiko akibat ketidakpastian pendapatan dari teknologi AI serta tingginya biaya konstruksi yang membengkak.

Tekanan pasar terhadap kondisi keuangan perusahaan tersebut tercermin jelas dari pergerakan saham mereka yang mengalami kejatuhan signifikan hingga 55 persen dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Penurunan drastis ini banyak disebut oleh para pengamat pasar sebagai sinyal peringatan dini atau early warning signal bagi potensi ketidakstabilan yang lebih dalam di sektor kecerdasan buatan.

Sebagaimana dilaporkan para ekonom, lonjakan investasi pusat data global diproyeksikan dapat mencapai USD 10 triliun dalam beberapa tahun ke depan untuk menopang ambisi teknologi digital. Namun, tanpa adanya kepastian pendapatan yang memadai dari layanan AI, beban biaya infrastruktur yang mangkrak berpotensi menjadi bumerang bagi perekonomian industri teknologi secara keseluruhan.

Topics
oracle data center artificial intelligence teknologi investasi ai saham oracle ekonomi global
Jurnalis Teknologi & Inovasi

Dwipanji adalah jurnalis yang fokus meliput perkembangan teknologi, inovasi, dan transformasi digital di Jakarta. Lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB), ia memiliki pemahaman teknis yang kuat untuk menyajikan berita teknologi yang akurat dan relevan. Liputannya mencakup startup, kecerdasan buatan, smart city, dan kebijakan digital di Ibu Kota.