Industri kilang anggur di Amerika Serikat kembali menerima pukulan telak setelah Gundlach Bundschu, produsen wine tertua yang dikelola keluarga di Kalifornia, resmi mengajukan perlindungan kebangkrutan. Langkah berat ini terpaksa diambil setelah pihak manajemen gagal mencapai kesepakatan restrukturisasi utang dengan para kreditur di tengah lesunya pasar.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan yang dihimpun, krisis keuangan ini bermula dari keputusan ekspansi besar-besaran pada Februari 2020 ketika mereka mengakuisisi lahan seluas 60 hektare. Namun, hantaman pandemi COVID-19 yang disusul oleh berbagai tantangan ekonomi membuat bisnis tersebut kesulitan bangkit hingga akhirnya terjerat beban utang yang menumpuk.
Presiden kilang anggur tersebut, Jeff Bundschu, menjelaskan bahwa keluarganya kini tengah mencari pemilik baru demi kelangsungan bisnis legendaris yang telah berdiri sejak tahun 1858 di Sonoma County. "Ketika Anda menjadi institusi seperti Gundlach Bundschu, ini tentang semua orang yang terlibat dan semangat merawat bersama, yang hampir lebih penting daripada siapa pemiliknya" ujar Bundschu.
Berdasarkan analisis tim redaksi, kebangkrutan Gundlach Bundschu hanyalah puncak gunung es dari krisis multidimensional yang sedang melanda industri wine di Kalifornia. Para pelaku industri saat ini dihadapkan pada badai sempurna yang mencakup penurunan permintaan konsumen, perang dagang, boikot ekspor oleh Kanada, hingga bencana kebakaran hutan yang merusak fasilitas produksi.
Meski menghadapi proses restrukturisasi dan perubahan kepemilikan untuk pertama kalinya setelah enam generasi, pihak manajemen memastikan bahwa operasional kilang anggur tetap berjalan normal. Pengunjung masih dapat menikmati layanan di lokasi sementara perusahaan menyusun strategi baru, termasuk rencana untuk mengintegrasikan pengalaman musik di masa depan.