Warren Buffett melepas jabatannya sebagai pimpinan Berkshire Hathaway setelah lebih dari enam dekade membangun salah satu perusahaan paling berpengaruh di Amerika Serikat. Menjelang masa akhir pengabdiannya, investor legendaris berusia 96 tahun tersebut menyampaikan peringatan serius mengenai kondisi mata uang dolar AS yang dinilai menghadapi ancaman penurunan nilai yang signifikan akibat kebijakan fiskal pemerintah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Mengutip laporan yang disampaikan kepada para pemegang saham, Buffett menyoroti defisit anggaran federal yang melonjak hingga melampaui angka 40 triliun dolar AS. Menurut pengamatannya, pengeluaran pemerintah yang terus-menerus melampaui pendapatan telah menciptakan situasi yang tidak berkelanjutan dan berpotensi memicu ketidakstabilan ekonomi dalam jangka panjang.
Sebagai langkah antisipasi terhadap penurunan daya beli mata uang fiat, para ahli menyarankan strategi lindung nilai seperti berinvestasi pada emas dan properti. Sebagaimana dilaporkan oleh berbagai sumber keuangan, aset fisik tersebut terbukti mampu menjaga nilai kekayaan dari gerusan inflasi serta ketidakpastian geopolitik global.
Meskipun melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan moneter, Buffett tetap menunjukkan optimisme yang kuat terhadap masa depan bisnis di Amerika Serikat. Berdasarkan analisis tim redaksi, portofolio ekuitas di perusahaan-perusahaan produktif masih menjadi pilihan utama untuk bertahan di tengah gejolak ekonomi.