Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersiap meluncurkan program pendidikan lanjutan bertajuk Beasiswa Jakarta Unggul atau yang populer disebut LPDP Jakarta. Program prestisius ini dirancang khusus untuk memfasilitasi putra-putri berprestasi asal Jakarta agar dapat mengenyam pendidikan jenjang magister atau S2 dan doktor atau S3 di berbagai universitas top dunia.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Landasan hukum program ini merujuk pada Peraturan Gubernur Nomor 20 Tahun 2026 tentang Bantuan Biaya Peningkatan Mutu Pendidikan yang telah disahkan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada awal September lalu. Kebijakan strategis ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas sumber daya manusia Ibu Kota secara signifikan.
Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa proses seleksi penerima beasiswa akan dilakukan secara transparan dan profesional. Pihaknya sengaja menggandeng Lembaga Pengelola Dana Pendidikan pusat agar tidak terjadi praktik titip-menitip dalam penentuan kandidat yang lolos seleksi.
Menurut pernyataan Gubernur Pramono Anung yang dikutip dari laporan detikNews, "Supaya ini tidak kemudian menjadi tempat untuk orang berebut menitipkan LPDP Jakarta, kami bekerja sama dengan LPDP pusat untuk proses penentuannya." Pada tahap awal, kuota yang disediakan diperkirakan berkisar antara 50 hingga 75 penerima dengan prioritas bagi warga kurang mampu yang memiliki prestasi akademik gemilang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana menjelaskan bahwa Pemprov telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 100 miliar untuk menyukseskan program tersebut. Berdasarkan hasil kajian bersama LPDP pusat, terdapat 11 negara tujuan favorit yang telah dikurasi, meliputi Amerika Serikat, Australia, Belanda, Inggris, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Prancis, Singapura, China, hingga Rusia.