Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan tanggapan positif terhadap usulan pelaksanaan Car Free Day atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor yang diwacanakan digelar dua kali dalam sepekan. Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, gagasan tersebut dinilai sangat menarik karena memiliki potensi besar dalam menekan tingkat emisi karbon dan polusi udara di ibu kota. Kendati demikian, Pemprov DKI menegaskan perlunya kajian mendalam sebelum kebijakan tersebut resmi diterapkan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis tim redaksi, tantangan utama dari penerapan CFD dua kali sepekan terletak pada penentuan hari pelaksanaan. Pelaksanaan pada hari Minggu dinilai jauh lebih mudah karena minimnya aktivitas perkantoran dan mobilitas warga yang bekerja. Sebaliknya, pemberlakuan di hari Sabtu memerlukan peninjauan khusus mengingat sebagian besar instansi swasta maupun perkantoran masih menjalankan operasional kerja.
Sebagaimana dilaporkan dari Balai Kota Jakarta, Rano Karno menjelaskan bahwa pihaknya tetap memperhitungkan berbagai aspek pendukung sebelum mengambil keputusan uji coba. "Sebetulnya itu usulan yang menarik ya, karena pasti itu menurunkan emisi, itu pasti," ujarnya saat ditemui awak media. Ia menambahkan bahwa perbandingan dapat dilihat dari kebijakan serupa sebelumnya, seperti aksi pemadaman listrik selama satu jam dalam rangka peringatan Hari Ozon Sedunia.
Mengutip laporan dari internal pemda, gagasan ramah lingkungan ini sebenarnya sejalan dengan berbagai inovasi pengurangan emisi yang pernah diusulkan sebelumnya, termasuk konsep Car Free Night. Meskipun belum ada kepastian terkait jadwal uji coba resmi untuk pelaksanaan CFD dua kali dalam sepekan, Pemprov DKI memastikan setiap kebijakan lingkungan akan dirumuskan secara matang demi keseimbangan antara kualitas udara dan kelancaran aktivitas ekonomi warga.