Pemerintah Inggris menunjukkan sikap terbuka terhadap investasi dan kemitraan strategis dari China, meskipun di saat yang sama tetap memprioritaskan perlindungan keamanan nasional serta ekonomi domestik. Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Menteri Negara untuk Perdagangan Inggris, Anas Sarwar, di sela-sela rangkaian pertemuan tingkat menteri di kawasan regional.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media, langkah ini mencerminkan strategi diplomasi ekonomi London yang berupaya menavigasi hubungan kompleks antara kekuatan besar dunia, termasuk Amerika Serikat dan China, sambil memperkuat penetrasi pasar di kawasan Asia Tenggara.
Dalam keterangannya, Anas Sarwar menekankan bahwa kewaspadaan terhadap isu keamanan tidak boleh diterjemahkan sebagai penutupan total pintu kerja sama ekonomi. Menurutnya, "Di mana ada isu keamanan nasional, tentu saja bersikap tegas dalam membela keamanan nasional dan ekonomi kita, tetapi itu bukan berarti menutup diri dari kemitraan atau investasi China".
Selain menjaga keseimbangan hubungan dengan negara-negara adidaya, Inggris juga menaruh perhatian besar pada kawasan ASEAN sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru di tengah tekanan global dan isu proteksionisme yang kian meningkat. Tercatat, total perdagangan barang dan jasa antara Inggris dan ASEAN melonjak signifikan menyentuh angka 62 miliar poundsterling.
Menanggapi tantangan global seperti kelebihan kapasitas baja dunia, pemerintah Inggris menegaskan penolakannya terhadap praktik proteksionisme berlebihan dan mendorong koordinasi erat antarnegara mitra untuk menciptakan solusi perdagangan yang adil bagi semua pihak.