Loading
Kabayan News Jakarta Kabayan News Jakarta
/home / berita / Warga Pegadungan Sulap Lahan Pemprov...
BERITA

Warga Pegadungan Sulap Lahan Pemprov Jadi Pusat Daur Ulang

By Redaksi Kabayan News Jakarta • 2 min read • 13 September 2026
Pusat pengolahan sampah berbasis komunitas di Pegadungan Kalideres Jakarta Barat

Pusat pengolahan sampah berbasis komunitas di Pegadungan Kalideres Jakarta Barat

Isu pelik mengenai pengelolaan limbah perkotaan kembali mencuat seiring dengan inovasi kreatif yang dihadirkan oleh warga setempat. Pengurus Program Kampung Iklim (Proklim) RW 05 Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, berhasil mengubah lahan kosong seluas 3.300 meter persegi milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi pusat pengolahan sampah mandiri berbasis komunitas.

Berdasarkan pemantauan dan analisis tim redaksi, langkah progresif ini menjadi secercah harapan di tengah darurat sampah ibu kota. Di atas lahan luas tersebut, berbagai fasilitas terpadu dirancang mulai dari area pemilahan limbah, budidaya maggot, pertanian perkotaan, hingga sektor peternakan yang saat ini masih dalam tahap pengembangan lanjutan.

Menurut keterangan pengurus Lahan Proklim RW 05 Pegadungan, Rezi, seluruh aktivitas lingkungan ini resmi beroperasi sejak Februari 2026. "Aktivitas di sini ada pemilahan sampah, pemeliharaan maggot, pilah anorganik, pertanian, sama peternakan, baru mulai semuanya dari bulan Februari 2026," ujar Rezi saat ditemui di lokasi.

Sistem pengelolaan yang diterapkan di kawasan ini menuntut kedisiplinan tingkat tinggi dari masyarakat. Warga diwajibkan untuk memilah limbah rumah tangga mereka sejak dari kediaman masing-masing ke dalam tiga kategori utama, yaitu sampah organik, anorganik, dan residu.

Setibanya di lokasi Proklim, setiap kategori limbah langsung disalurkan ke jalur penanganan yang spesifik. Sampah organik diolah dan digiling secara khusus untuk dijadikan pakan utama dalam budidaya maggot, sementara sampah anorganik dikumpulkan secara berkala untuk diserahkan ke Suku Dinas Lingkungan Hidup.

Melalui skema penyaringan yang ketat ini, volume beban limbah yang harus dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dapat ditekan secara signifikan. "Jadi hanya sampah residu yang dibawa ke TPST Bantargebang, nanti ada truk yang datang seminggu atau dua minggu sekali, tergantung volume sampahnya," jelas Rezi.

Meskipun saat ini program percontohan tersebut baru mencakup dua RT, yakni RT 01 dan RT 02, dampaknya sudah terasa nyata. Dari cakupan wilayah terbatas tersebut, volume sampah organik yang berhasil dikelola mencapai kisaran 45 hingga 50 kilogram per hari, sementara sampah residu tercatat berada di angka 150 kilogram per hari.

Ke depan, pengurus menargetkan sistem integrasi ini dapat merangkul seluruh wilayah di RW 05 yang mencakup total 11 RT. Pengamat perkotaan menilai inisiatif akar rumput seperti di Pegadungan ini layak direplikasi di berbagai wilayah lain guna mengatasi persoalan sampah Jakarta secara berkelanjutan.

Topics
pengelolaan sampah pegadungan kalideres proklim pemprov dki maggot lingkungan jakarta barat
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News Jakarta adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas seputar Jakarta dan sekitarnya.