Loading
Kabayan News Jakarta Kabayan News Jakarta
/home / teknologi / Stunting Ancam IQ Anak, Bahaya...
TEKNOLOGI

Stunting Ancam IQ Anak, Bahaya Tersembunyi yang Sering Diabaikan

By Dwipanji Ahmad Sundoro • 2 min read • 13 September 2026
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan anak oleh dokter spesialis untuk mendeteksi bahaya stunting

Ilustrasi pemeriksaan kesehatan anak oleh dokter spesialis untuk mendeteksi bahaya stunting

Kondisi stunting pada anak kerap kali dipandang sebelah mata oleh sebagian orang tua karena dianggap sebagai masalah pertumbuhan fisik semata. Padahal, gangguan kronis ini menyimpan ancaman serius yang dapat berdampak langsung pada tingkat kecerdasan intelektual atau IQ sang buah hati.

Berdasarkan analisis tim redaksi dari penjelasan Dokter Spesialis Anak, Dhika Claresta Sp.A, stunting merupakan bentuk malnutrisi kronis yang penanganannya tidak boleh ditunda-tunda. "Stunting itu bahaya," ujar Dhika sebagaimana dilaporkan dalam wawancara bersama TribunJakarta.com.

Lebih lanjut, Dhika memaparkan bahwa anak yang mengalami hambatan pertumbuhan tinggi dan berat badan secara tidak normal berisiko menghadapi penurunan performa kognitif serta aktivitas harian mereka. "Kalau misalnya anak itu tidak tinggi, tidak tumbuh, itu bisa berpengaruh dengan IQ-nya. Anaknya bisa berpengaruh dengan kegiatannya dia juga," tuturnya.

Menurut pengamatan awak media, fenomena ini sering kali mengecoh orang tua karena anak tampak aktif dan ceria secara kasatmata, sehingga mereka mengabaikan indikator klinis yang sebenarnya memerlukan perhatian medis mendesak.

Salah satu tanda krusial yang wajib diwaspadai adalah pola berat badan anak yang kerap mengalami naik-turun secara berulang. Gejala di mana berat badan sempat bertambah lalu merosot tajam secara terus-menerus tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa.

Mengutip keterangan ahli medis tersebut, fluktuasi berat badan yang tidak stabil akan membuat kurva pertumbuhan anak menjadi sangat berantakan dari waktu ke waktu. "Kalau misalnya dia udah naik terus turun lagi, terus nanti naik sedikit terus nanti turun lagi, tapi kan pasti gradually kurvanya akan berantakan banget," jelas Dhika.

Menanggapi kondisi tersebut, para ahli menyarankan agar orang tua segera membawa anak berkonsultasi ke dokter spesialis guna mendeteksi potensi kelainan organik atau penyakit tersembunyi. "Jangan-jangan dia punya sesuatu penyakit yang kita gak tahu. Makanya itu harus cepat-cepat dibawa ke SPA kalau udah kayak gitu," pungkasnya.

Selain masalah berat badan yang tidak stabil, orang tua juga diingatkan untuk lebih peka apabila anak mereka sering jatuh sakit secara berulang sebagai salah satu sinyal adanya gangguan kesehatan kronis.

Topics
stunting iq anak kesehatan anak dokter spesialis anak malnutrisi pertumbuhan anak gizi
Jurnalis Teknologi & Inovasi

Dwipanji adalah jurnalis yang fokus meliput perkembangan teknologi, inovasi, dan transformasi digital di Jakarta. Lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB), ia memiliki pemahaman teknis yang kuat untuk menyajikan berita teknologi yang akurat dan relevan. Liputannya mencakup startup, kecerdasan buatan, smart city, dan kebijakan digital di Ibu Kota.