Kabar duka menyelimuti keluarga besar PDI Perjuangan menyusul kepergian putra bungsu Presiden pertama Republik Indonesia, Guruh Soekarnoputra. Almarhum menutup usia pada Sabtu 26 September 2026 setelah sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya tokoh yang dikenal luas sebagai seniman besar sekaligus pejuang partai yang berdedikasi tinggi. Menurut pengamatan tim redaksi, sosok Guruh meninggalkan jejak mendalam dalam memadukan dunia seni kebudayaan dengan perjuangan politik kerakyatan.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi almarhum, pimpinan pusat partai berlambang banteng moncong putih tersebut menginstruksikan seluruh jajaran pengurus dari tingkat pusat hingga anak ranting. Berdasarkan instruksi resmi partai, seluruh kader diwajibkan untuk mengibarkan bendera PDI Perjuangan setengah tiang selama tujuh hari berturut-turut.
Di sisi lain, pihak keluarga besar Soekarno menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat luas atas segala kekhilafan almarhum semasa hidupnya. Jenazah disemayamkan di rumah duka yang terletak di kawasan Jalan Sriwijaya Raya Nomor 26, Jakarta Selatan, untuk memberikan kesempatan bagi rekan dan kerabat melayat.