Perjalanan cinta dan karier kuliner sering kali membawa seseorang ke tempat yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Hal inilah yang dialami oleh chef asal Singapura, Maryann Yong, yang memutuskan untuk pindah ke Mexico City demi membangun sebuah babak baru dalam hidupnya bersama sang suami tercinta.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Mengutip laporan dari media internasional, Maryann dan suaminya yang juga seorang chef asal Meksiko, Mario Malvaez, mendirikan sebuah restoran bernama Makan. Restoran ini tercatat sebagai satu-satunya tempat yang menyajikan cita rasa autentik Singapura di seluruh kawasan Amerika Latin, menjadikannya magnet baru bagi para pencinta kuliner.
Tantangan besar tentu dihadapi Maryann saat pertama kali memperkenalkan hidangan khas Asia Tenggara tersebut kepada warga lokal. Ia sempat bersikeras mempertahankan resep tradisional secara utuh, termasuk penyajian nasi ayam dengan kulit putih, sebelum akhirnya melakukan sedikit penyesuaian kreatif atas saran sang suami agar lebih ramah di lidah lokal.
Berdasarkan analisis tim redaksi, kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama kesuksesan Maryann dalam meramu resep di negeri orang. Ia mengombinasikan bumbu khas Singapura dengan bahan-bahan lokal berkualitas tinggi yang ditemukan di Meksiko, mulai dari sayuran segar hingga hasil laut tangkapan setempat, tanpa menghilangkan esensi rasa aslinya.
Perjalanan hidup Maryann yang nomaden sejak kecil karena pekerjaan sang ayah turut membentuk mental baja dan rasa percaya dirinya dalam memulai segala sesuatu dari nol. Berbekal latar belakang pendidikan kuliner bergengsi, ia berhasil melewati masa-masa sulit merintis usaha saat pandemi hingga kini mempekerjakan puluhan staf.
Sebagaimana dilaporkan dalam profil kuliner tersebut, restoran Makan kini tidak hanya menjadi sumber penghidupan, tetapi juga jembatan budaya yang menghubungkan dua belahan dunia yang berbeda. Maryann membuktikan bahwa kecintaannya pada tanah kelahiran tetap hidup subur meskipun ia menyajikan kelezatan nusantara di benua yang berbeda.