Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat merespons keluhan masyarakat serta para pelaku usaha yang terdampak oleh kebijakan pembatasan kendaraan bermotor. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, evaluasi ini menjadi angin segar bagi pengendara maupun sektor perekonomian lokal yang selama bertahun-tahun merasakan tekanan akibat pengetatan mobilitas di sejumlah titik strategis ibu kota.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa pihaknya saat ini sedang menggodok kajian komprehensif terkait efektivitas aturan ganjil genap di beberapa ruas jalan utama. Kebijakan tersebut mendapat perhatian khusus, terutama di koridor vital yang mencakup kawasan perniagaan dan wisata sejarah populer di Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.
Mengutip laporan dari lapangan, wilayah yang menjadi sorotan utama dalam peninjauan ulang ini meliputi Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, hingga kawasan ikonik Kota Tua. Menurut analisis awak media, peninjauan ini juga berkaitan erat dengan progres pembangunan infrastruktur transportasi massal, termasuk pengerjaan proyek MRT di permukaan jalan yang ditargetkan rampung pada tahun 2027.
Sebagaimana dilaporkan dalam agenda resmi, Pramono Anung menjelaskan bahwa masyarakat di kawasan tersebut telah lama menanggung dampak dari pembatasan mobilitas harian. "Untuk ganjil genap segera kita lakukan kajian. Memang bukan hanya di tempat yang tadi disampaikan, di Gajah Mada, Hayam Wuruk, sampai dengan Kota Tua, itu mereka merasakan dampak yang sudah cukup lama," ujar Pramono saat memberikan keterangan pers di Velodrome, Jakarta Timur.
Lebih lanjut, ia memastikan bahwa hasil dari kajian komprehensif ini akan menjadi landasan utama bagi jajaran Pemprov DKI Jakarta dalam merumuskan langkah strategis ke depan. Keputusan final mengenai apakah aturan pembatasan pelat nomor ganjil genap tersebut akan dilanjutkan, direvisi, atau dihentikan akan segera diumumkan dalam waktu dekat. "Untuk itu segera kami akan memutuskan mengenai apa kebijakan ganjil genap tersebut," tambahnya menutup penjelasan.