Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membawa kabar gembira bagi para pencari beasiswa yang mengincar pendidikan tinggi di luar negeri. Melalui program kolaborasi strategis, Pemprov DKI berencana membuka kesempatan emas bagi warga Jakarta untuk menempuh studi di universitas-universitas terkemuka di Korea Selatan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Rencana besar ini mengemuka saat Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, melakukan kunjungan kehormatan dan bertemu langsung dengan Wakil Wali Kota Seoul, Jeong Sang-hun, di Seoul, Korea Selatan. Berdasarkan laporan, pertemuan tersebut membahas peluang emas penjajakan kerja sama pendidikan yang komprehensif.
"Kami akan dengan senang hati menjajaki peluang untuk menghubungkan program ini dengan universitas-universitas terkemuka di Seoul," ujar Rano Karno dalam keterangannya.
Menurut analisis awak media, langkah strategis ini tidak hanya sekadar memberikan akses pendidikan tinggi, melainkan sebuah investasi jangka panjang dalam membangun SDM berkualitas. Penerima beasiswa nantinya diharapkan mampu menyerap langsung kemajuan teknologi, industri kreatif, hingga dinamika budaya di Negeri Ginseng.
Berdasarkan informasi dari Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, M Subki, pendaftaran program beasiswa bergengsi ini dijadwalkan mulai dibuka pada bulan September tahun 2027. Pemerintah daerah telah menyiapkan alokasi anggaran fantastis mencapai Rp100 miliar dengan target sebanyak 50 orang penerima beasiswa terpilih.
Lebih lanjut, pemilihan program studi nantinya akan disesuaikan secara ketat dengan kebutuhan mendesak tenaga kerja di Jakarta. Pemerintah berkomitmen mengarahkan para awardee pada bidang-bidang krusial seperti tenaga medis spesialis agar tepat sasaran.
"Kan sayang kalau mereka LPDP di luar negeri ambil jurusan yang tidak terlalu kita butuhkan. Maka kita minta ke Pemda untuk dicek dulu kira-kira kita kebutuhannya apa. Kalau dokter spesialis, maka itu kemudian yang jadi prioritas," ungkap M Subki.
Bagi calon pendaftar jenjang magister, terdapat sejumlah syarat ketat yang harus dipenuhi, di antaranya wajib berstatus penduduk ber-NIK dan berdomisili di DKI Jakarta. Selain itu, pendaftar harus sudah lulus diploma empat atau sarjana dengan IPK minimal 3,00 serta belum pernah menempuh studi S2 sebelumnya.
Sementara itu, untuk jenjang doktor, persyaratannya mencakup kelulusan magister dengan IPK minimal 3,25, belum pernah menempuh studi S3, serta wajib memiliki pengalaman kerja atau profesi yang linier dengan program studi tujuan.
Mengutip rincian komponen pembiayaan, program beasiswa ini mencakup bantuan biaya personal, bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan berdasarkan standar perguruan tinggi, hingga bantuan biaya penelitian secara menyeluruh.