Loading
Bandar Bola Kabayan News Jakarta Bandar Bola Kabayan News Jakarta
/home / teknologi / Hilton Andalkan Sentuhan Manusia,...
TEKNOLOGI

Hilton Andalkan Sentuhan Manusia, Ungguli DHL Jadi Perusahaan Terbaik

By Dwipanji Ahmad Sundoro • 2 min read • 9 Oktober 2026
Suasana lobi hotel Hilton yang modern dengan staf ramah melayani tamu

Suasana lobi hotel Hilton yang modern dengan staf ramah melayani tamu

Di tengah gelombang kecemasan global terhadap ancaman otomatisasi dan kecerdasan buatan atau AI yang dikhawatirkan menggerus jutaan lapangan kerja, raksasa perhotelan dunia Hilton justru mengambil langkah berbeda yang sangat berani. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk tetap mengedepankan manusia sebagai fondasi utama di industri yang sangat bergantung pada pelayanan personal ini, di saat banyak sektor lain mulai berlomba-lomba memangkas tenaga kerja.

Berdasarkan laporan terbaru, kekhawatiran publik terhadap dampak ekonomi AI memang tengah berada di titik tertinggi menyusul berbagai peringatan dari para pemimpin industri teknologi. Kendati demikian, manajemen Hilton memandang teknologi canggih seperti chatbot situs web sekadar alat bantu untuk memperlancar operasional belakang layar, alih-alih menggantikan peran penting karyawan dalam menciptakan pengalaman menginap yang berkesan bagi para tamu.

Senior Vice President of HR for Europe, the Middle East, and Africa at Hilton, Steve Ryan, menegaskan bahwa tidak ada hal di dunia ini yang mampu menggantikan kehangatan sentuhan manusia dalam industri jasa. "Nothing is a substitute for the human touch, and our team members appreciate that," ujar Steve Ryan menjelaskan komitmen perusahaan untuk terus mempertahankan budaya yang berpusat pada manusia di tengah disrupsi teknologi.

Dari analisis tim redaksi, strategi human-centric yang diterapkan Hilton terbukti ampuh meredam kekhawatiran karyawan sekaligus mendongkrak reputasi bisnis mereka di mata global. Terbukti, Hilton sukses melesat dan merebut posisi nomor satu dalam daftar 100 Best Companies to Work for di Eropa yang dirilis oleh majalah Fortune, menggeser posisi perusahaan logistik raksasa DHL yang sebelumnya memegang takhta tertinggi tersebut.

Kesuksesan ini tentu bukan tanpa alasan, sebab Hilton secara konsisten membangun keterikatan emosional melalui program sosial bertajuk Travel with Purpose yang melibatkan jutaan jam kerja sukarela dari para karyawannya. Program semacam ini dinilai memberikan rasa kepemilikan dan tujuan hidup yang lebih besar bagi para pekerja, sehingga mereka merasa menjadi bagian integral dari komunitas yang lebih luas.

Di sisi lain, tantangan besar industri perhotelan global saat ini justru bukan pada kekurangan lapangan pekerjaan, melainkan ancaman kekurangan jutaan tenaga kerja terampil yang diproyeksikan akan terjadi secara global dalam beberapa tahun ke depan. Untuk menyiasati hal tersebut, Hilton gencar memperluas berbagai program kesejahteraan karyawan mulai dari fasilitas dukungan kesehatan mental hingga program pertukaran global guna mendukung pengembangan karier jangka panjang.

Topics
hilton perhotelan kecerdasan buatan dunia kerja fortune manajemen sdm tren bisnis
Jurnalis Teknologi & Inovasi

Dwipanji adalah jurnalis yang fokus meliput perkembangan teknologi, inovasi, dan transformasi digital di Jakarta. Lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB), ia memiliki pemahaman teknis yang kuat untuk menyajikan berita teknologi yang akurat dan relevan. Liputannya mencakup startup, kecerdasan buatan, smart city, dan kebijakan digital di Ibu Kota.