Suasana haru dan isak tangis mendalam mewarnai kepulangan empat anak buah kapal atau ABK korban dugaan penyiksaan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Kamis malam.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pantauan di lokasi, kedatangan para korban yang didampingi oleh aparat kepolisian langsung disambut oleh pihak keluarga yang telah lama menanti dengan perasaan cemas.
Tangisan keluarga pecah seketika ketika melihat kondisi para korban secara langsung, bahkan sebagian kerabat jatuh pingsan karena tidak kuasa menahan luapan emosi setelah berbulan-bulan dihantui rasa khawatir.
Keempat ABK tersebut masing-masing diidentifikasi bernama Ilyas Salahuddin, Oktavian Magreza, Johan Saputra, dan Syawal Suswono, yang sebelumnya harus melalui perjalanan panjang usai dievakuasi dari wilayah Kepulauan Aru, Maluku.
Berdasarkan analisis awak media, kasus ini bermula dari viralnya video aksi kekerasan di atas kapal KM Maulana 23 di media sosial yang kemudian memicu respons cepat dari aparat penegak hukum untuk menyelamatkan para korban.
Sebelumnya, jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Priok di bawah pimpinan AKBP Alrasyidin Fajri telah bergerak aktif mendatangi kediaman keluarga korban guna memberikan kepastian hukum serta memantau kondisi psikologis keluarga yang terpukul.
Mengutip laporan kepolisian, proses hukum terhadap para pelaku dugaan penganiayaan ini akan terus dikembangkan secara mendalam untuk memastikan seluruh korban mendapatkan keadilan yang seutuhnya.