Bursa saham Amerika Serikat kembali terpantau mengalami koreksi lanjutan pada perdagangan hari Kamis, dengan indeks utama berteknologi berat mencatatkan penurunan signifikan. Tekanan jual mendera pasar menyusul sentimen negatif yang menghantam sektor kecerdasan buatan atau AI serta lonjakan harga komoditas minyak mentah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Indeks Nasdaq Composite memimpin pelemahan dengan merosot 1,3 persen, menjauh dari rekor tertinggi yang sempat dicetak sebelumnya. Sementara itu, indeks S&P 500 melemah 0,5 persen, sementara Dow Jones Industrial Average justru mencatat penguatan tipis sebesar 0,1 persen di tengah ketidakpastian pasar.
Berdasarkan analisis tim redaksi, kejatuhan saham teknologi dipicu oleh laporan media yang mengungkap bahwa pendapatan tahunan perusahaan pengembang OpenAI berada jauh di bawah estimasi sebelumnya. Kabar tersebut langsung memicu aksi jual masif pada sejumlah raksasa semikonduktor seperti Nvidia, Micron, dan Intel di lantai bursa.
Sentimen pasar juga sempat dibayangi oleh pergerakan harga minyak mentah dunia yang melonjak akibat kekhawatiran pasokan global. Kendati demikian, harga minyak sedikit terpangkas setelah Presiden AS menyatakan tidak akan mengambil tindakan militer terhadap Iran sebelum pemilu paruh waktu.
Di sisi lain, pasar kripto turut merasakan dampak dari gejolak makroekonomi global tersebut. Bitcoin dilaporkan merosot ke level terendahnya dalam tiga pekan terakhir akibat tekanan dari kenaikan imbal hasil obligasi serta harga energi yang masih tinggi.
Meskipun pasar saham diterpa gelombang koreksi, data ketenagakerjaan AS menunjukkan sinyal yang relatif positif bagi perekonomian domestik. Laporan Departemen Tenaga Kerja mencatat klaim tunjangan pengangguran awal mengalami penurunan, yang menandakan bahwa tingkat Pemutusan Hubungan Kerja di sektor korporasi masih berada pada batas aman.