Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan komitmennya untuk menambah modal atau anggaran PT Transportasi Jakarta. Kebijakan ini diambil seiring adanya penugasan baru bagi badan usaha milik daerah tersebut untuk mengelola layanan transportasi laut menuju wilayah Kepulauan Seribu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Sebelumnya, pengelolaan operasional transportasi laut tersebut berada di bawah wewenang Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Dengan pengalihan tugas ini, Pramono menilai bahwa penguatan kapasitas finansial perusahaan menjadi sebuah keharusan agar pelayanan publik dapat berjalan optimal.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, langkah strategis ini mencerminkan perluasan jangkauan layanan publik agar warga kepulauan merasakan kemudahan mobilitas yang setara dengan daratan Jakarta. Penambahan modal tersebut mencakup operasional eksisting maupun ekspansi sektor laut.
Menurut pernyataan Pramono di Balai Kota Jakarta, "Tentunya TransJakarta modalnya perlu ditingkatkan karena memang dengan tugas baik itu untuk TransJakarta sendiri maupun TransJabodetabek, dan nanti akan mendapatkan tugas tambahan untuk TransJakarta bagian laut Kepulauan Seribu, modal untuk TransJakarta size-nya pasti harus diperbesar."
Lebih lanjut, pihak pemerintah provinsi saat ini masih mematangkan rincian angka pasti terkait penambahan anggaran tersebut. Mengutip laporan dari lapangan, dana yang sebelumnya dikelola oleh dinas terkait dipastikan akan dialihkan secara proporsional seiring berjalannya proses transisi pengelolaan.