Badai dahsyat akibat terjangan Topan Dujuan dilaporkan telah menelan korban jiwa serta memicu kerusakan infrastruktur yang cukup parah di berbagai wilayah Jepang. Berdasarkan laporan otoritas setempat pada Selasa, bencana alam ini mengakibatkan setidaknya empat orang meninggal dunia dan puluhan ribu rumah mengalami pemadaman listrik total.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Bencana tersebut terkonsentrasi di wilayah Chiba dan Kanagawa yang terletak dekat dengan Tokyo, di mana hujan deras memicu tanah longsor serta banjir parah di sejumlah titik. Menurut data dari Badan Pengelola Kebakaran dan Bencana, tim penyelamat hingga kini masih terus berjibaku melakukan pencarian terhadap enam orang yang dilaporkan hilang.
Mengutip laporan dari awak media, terjangan angin kencang dan curah hujan ekstrem juga memaksa pembatalan ratusan penerbangan domestik oleh maskapai besar seperti Japan Airlines dan All Nippon Airways. Selain itu, gelombang cuaca buruk ini turut mengganggu berbagai agenda publik, termasuk penutupan lebih awal pameran game terbesar di Tokyo.
Tim redaksi mencatat bahwa curah hujan di beberapa wilayah bahkan mencetak rekor baru dengan volume air yang jauh melampaui rata-rata bulanan normal. Kondisi ini membuat sejumlah akses jalan raya lumpuh total dan berbahaya untuk dilalui kendaraan bermotor.
"Terdapat banjir di berbagai bagian kota, sehingga bepergian dengan mobil sangat berbahaya," demikian peringatan yang disampaikan oleh Wali Kota Kamakura Takashi Matsuo melalui akun media sosial miliknya.
Meskipun badai dilaporkan mulai bergerak menjauhi daratan utama menuju Samudra Pasifik, pemerintah setempat tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi susulan bencana sekunder. Perbaikan jaringan listrik dan evakuasi lanjutan terus dikebut guna memulihkan aktivitas warga secepat mungkin.