Kondisi bursa tenaga kerja global belakangan ini dinilai semakin rumit dan memicu frustrasi mendalam bagi para pencari kerja. Berdasarkan laporan, CEO Indeed Hisayuki Idekoba secara terbuka mengakui bahwa proses rekrutmen saat ini telah berubah menjadi sebuah lingkaran setan yang merugikan kedua belah pihak.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Fenomena tersebut diperparah oleh penurunan jumlah lowongan pekerjaan sementara jumlah pelamar membludak secara drastis dalam beberapa tahun terakhir. Mengutip laporan Business Insider, Hisayuki Idekoba menyatakan keheranannya ketika ribuan orang dengan kualifikasi mumpuni sama sekali tidak mendapatkan panggilan wawancara.
"Anda mendapatkan 1.000 lamaran, dan Anda berpikir semua 1.000 orang tersebut tidak memenuhi syarat? Ada yang salah," ujar Hisayuki Idekoba mengomentari ketimpangan sistem rekrutmen modern saat ini.
Dari analisis awak media, situasi ini kian runyam akibat masifnya penggunaan teknologi kecerdasan buatan oleh pelamar untuk mengirimkan ribuan CV otomatis, sementara perusahaan juga menggunakan AI untuk menyaring kandidat. Hal ini menciptakan lingkaran malapetaka atau doom loop yang membuat proses seleksi menjadi sangat tidak efektif.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, para pakar industri menyarankan agar para pencari kerja tidak hanya mengandalkan pengiriman lamaran secara daring ke perusahaan raksasa. Membangun jaringan profesional serta memperluas relasi internal terbukti menjadi strategi kunci untuk menembus ketatnya persaingan bursa kerja global.