Pemerintah Singapura memberikan kepastian terkait kelangsungan usaha bagi para pemilik toko yang terdampak oleh mundurnya jadwal penyelesaian proyek pembangunan besar di wilayah tersebut. Menteri Transportasi Jeffrey Siow menyampaikan di parlemen bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam dan tetap berkomitmen memberikan dukungan bagi para pelaku usaha kecil yang mengalami kesulitan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media dari rapat parlemen pada Selasa, sejumlah pelaku usaha di toko sewa Housing and Development Board atau HDB yang paling terdampak oleh pekerjaan konstruksi akan terus menerima keringanan biaya sewa. Dukungan tersebut diberikan secara selektif berdasarkan evaluasi kasus per kasus demi meringankan beban operasional para pedagang.
Meskipun demikian, pemerintah menegaskan kebijakan umumnya untuk tidak memberikan kompensasi ganti rugi secara langsung atas keterlambatan proyek infrastruktur. Langkah ini diambil karena pembayaran kompensasi massal justru akan membebani anggaran awal proyek secara signifikan akibat tingginya risiko yang harus diasuransikan terhadap berbagai skenario yang tidak terduga.
Menanggapi kekhawatiran para anggota parlemen terkait lambatnya komunikasi mengenai mundurnya jadwal pembukaan jalur, pihak Transport Ministry menjelaskan bahwa pengumuman resmi dilakukan segera setelah para insinyur memastikan dampak teknis di lapangan. Penundaan selama dua tahun ini sendiri terjadi akibat kondisi tanah bawah permukaan yang jauh lebih menantang dari perkiraan semula.
Di sisi lain, otoritas terkait telah menginstruksikan Land Transport Authority untuk memprioritaskan penyelesaian pekerjaan permukaan agar kondisi lingkungan sekitar segera membaik mulai tahun depan. Berbagai rambu penunjuk arah serta pemulihan jalur pejalan kaki juga akan terus dioptimalkan guna mempermudah akses pelanggan menuju toko-toko yang terdampak.