Upaya pemulihan kawasan properti Forest City di Johor, Malaysia, kembali menemui jalan terjal setelah sejumlah kontroversi dan aktivitas ilegal terungkap ke publik. Mega proyek senilai ratusan miliar dolar AS yang sedang berjuang melepaskan label kota hantu kini harus berhadapan dengan ancaman sindikat kriminal siber dan pelanggaran izin usaha.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis tim redaksi, kasus ini bermula dari serangkaian penggerebekan kepolisian setempat yang membongkar operasi penipuan online berskala besar serta penutupan institusi yang melanggar aturan izin tempat. Situasi tersebut dinilai memberikan pukulan telak terhadap kepercayaan investor dan calon pembeli yang sedang dilirik melalui program zona keuangan khusus.
"Sebagian besar pelanggan kami adalah warga asing dan banyak yang bermain selama berjam-jam," ungkap salah satu penjaga bisnis terselubung di kawasan komersial Forest City, mengindikasikan celah keamanan yang masih dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab.
Menurut kriminolog P Sundramoorthy dari Universiti Sains Malaysia, banyaknya properti perumahan dan komersial yang kosong memberikan kesempatan bagi operator ilegal untuk menyewa tempat tanpa langsung menarik kecurigaan. Lokasinya yang strategis dekat Singapura juga disinyalir menjadi daya tarik bagi jaringan kriminal lintas batas.
Kendati pengembang dan pemerintah berupaya keras menggenjot investasi melalui status Special Financial Zone, pengamat properti Samuel Tan menilai publisitas negatif ini menciptakan efek pendinginan sementara bagi pasar. Calon investor kini cenderung lebih berhati-hati dan memperketat pengawasan administratif terhadap aset yang mereka miliki.
Di tengah tantangan reputasi dan lemahnya volume transaksi jual beli, pasar properti di kawasan tersebut tetap menjadi surga bagi pembeli lantaran melimpahnya pasokan unit siap jual. Pihak berwenang dan pengelola kini dituntut memperketat regulasi guna memastikan bahwa kawasan tersebut bertransformasi menjadi pusat bisnis yang bersih dan aman.