Panitia penyelenggara Asian Games secara terbuka mengaku tidak puas dengan tingkat penjualan tiket setelah sejumlah stadion utama dan arena pertandingan di Jepang tampak dipenuhi kursi kosong. Fenomena sepi penonton ini terlihat jelas pada ajang lari 100 meter di Mizuho Park Athletic Stadium yang berkapasitas 30.000 penonton, di mana tribun hanya terisi sekitar seperempat bagian saja.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan penyelenggara Aichi-Nagoya Games, kurang dari 60 persen tiket yang terjual untuk delapan cabang olahraga termasuk sepak bola. Sekretaris Jenderal Komite Penyelenggara Satoshi Murate menyampaikan permohonan maaf serta kekecewaannya atas kondisi tersebut kepada awak media.
"Kami tidak puas, kami akan terus mengupayakan stadion penuh, terus menjual tiket, dan memastikan orang-orang yang sudah mengamankan kursi benar-benar datang," ujar Satoshi Murate sebagaimana dikutip dari laporan.
Menurut analisis awak media, masalah kursi kosong ini tidak hanya disebabkan oleh rendahnya minat beli penonton, tetapi juga akibat fenomena pemegang tiket gratis atau sponsor yang tidak hadir di lokasi. Selain masalah penonton, panitia juga menghadapi kritik tajam terkait kekacauan logistik akomodasi dan transportasi bagi para atlet yang berlaga.
Sejumlah kontingen negara peserta sebelumnya melayangkan protes keras karena kekurangan kamar hotel serta masalah transportasi bus yang kerap datang terlambat. Menanggapi berbagai kendala tersebut, pihak panitia berjanji akan terus mengevaluasi kinerja staf guna memastikan masalah serupa tidak terulang kembali.