Kawasan ikonik Jakarta Selatan, Blok M, bersiap menyambut babak baru melalui proyek revitalisasi berskala besar. Di tengah ambisi modernisasi kawasan berbasis Transit Oriented Development tersebut, perhatian publik kini tertuju pada nasib ratusan tenant yang selama ini menjadi denyut nadi perekonomian lokal.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa proses transformasi ini tidak boleh mematikan aktivitas ekonomi maupun sosial yang sudah hidup bertahun-tahun di sana. Menurut Pramono, keberlangsungan napas perdagangan dan kreativitas warga harus tetap terjaga tanpa terputus meski pembangunan berjalan.
Dalam peluncuran konsep desain transformasi Blok M Fase Ultimate di Blok M Hub, Kebayoran Baru, Selasa (6/10/2026), Pramono menyampaikan bahwa identitas atau ruh kawasan tidak boleh luntur. "Walaupun Blok M mengalami penyempurnaan, dibangun, direvitalisasi menjadi lebih baik, lebih modern, dan lebih tertata, saya berharap Blok M tidak kehilangan ruh utamanya," ujarnya.
Dari analisis awak media, langkah strategis ini diambil untuk menjawab tantangan tata kota modern sekaligus mempertahankan magnet utama Blok M sebagai "Negara Blok M". Julukan tersebut melekat karena kawasan ini selalu menjadi pusat tujuan favorit anak muda dari berbagai penjuru untuk mencari kuliner, hiburan, hingga tren viral yang terjangkau.
Selain menjaga eksistensi komunitas dan perdagangan, transformasi Fase Ultimate ini juga menjanjikan lonjakan kapasitas ruang publik yang masif. Berdasarkan perencanaan desain terbaru, area yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan pelaku usaha ditargetkan meningkat hingga sepuluh kali lipat dari kapasitas sebelumnya.