Ajang Asian Games Aichi-Nagoya diwarnai oleh pencapaian luar biasa dari seorang atlet cilik cabang olahraga esports. Yuki Kurihara, bocah berusia 11 tahun asal Jepang, sukses mencatatkan sejarah baru setelah berhasil menyabet medali emas di nomor Puyo Puyo Champions dengan mengalahkan lawan-lawan dewasa yang usianya jauh di atasnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan pertandingan, Kurihara tampil begitu dominan sejak babak awal hingga melaju ke partai puncak. Ia bahkan sukses menyingkirkan atlet asal Thailand, Tanarak Wongkitkun yang berusia 28 tahun, dengan skor telak 10-1 di babak semifinal sebelum akhirnya menaklukkan wakil Korea Selatan, Kang Dongshin, di partai final.
Dari analisis awak media, prestasi gemilang ini menjadikan Kurihara sebagai atlet termuda dalam sejarah kontingen tuan rumah Jepang di ajang olahraga multi-event terbesar se-Asia tersebut. Meski berhasil keluar sebagai juara, bocah berkalung medali emas itu mengaku sempat merasa canggung dan malu atas kemenangan besar yang diraihnya.
"To be completely honest, I felt a bit embarrassed, so I couldn't really show my expressions or change my face much," ujar Kurihara mengungkapkan perasaannya setelah pertandingan berakhir sebagaimana dikutip dari laporan media setempat.
Perjalanan karier Kurihara sendiri terbilang sangat impresif mengingat ia mulai mengenal gim puzzle tersebut sejak tahun pertama sekolah dasar dan resmi mengantongi lisensi profesional pada April lalu. Di balik prestasinya yang mendunia, ia tetap harus membagi waktu antara kewajiban sekolah dengan harian latihan yang padat.