Pemerintah Malaysia tengah mempertimbangkan peluang untuk menghadirkan kembali ajang balap mobil bergengsi Formula 1 agar bisa menjadi agenda tetap di tanah air. Wacana ini mencuat setelah kesuksesan penyelenggaraan balapan akhir pekan lalu yang berhasil menarik minat besar dari para pecinta olahraga otomotif.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengungkapkan bahwa dirinya telah membahas prospek tersebut secara langsung dengan Kepala Eksekutif Formula 1 Stefano Domenicali. Pertemuan strategis itu berlangsung di sela-sela perhelatan Gulf Air Bahrain Grand Prix yang sebelumnya terpaksa dialihkan ke Sirkuit Internasional Sepang akibat situasi di Timur Tengah.
Kendati demikian, pemerintah menegaskan bahwa ambisi besar ini tidak bisa direalisasikan dalam waktu singkat. Menurut laporan dari awak media, berbagai kendala seperti jadwal kalender balap yang sangat padat serta ikatan kontrak jangka panjang dengan negara penyelenggara lain menjadi tantangan tersendiri.
Berdasarkan analisis tim redaksi, kesiapan infrastruktur serta beban finansial yang signifikan juga menjadi poin krusial yang harus dibahas lebih lanjut oleh Kabinet. Pihak penyelenggara sebelumnya mencatat bahwa biaya tahunan untuk mengamankan slot permanen F1 bisa mencapai angka fantastis ratusan juta ringgit.
Di sisi lain, Federasi Automobil Internasional atau FIA menyambut baik minat Malaysia tersebut dengan catatan khusus. Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem menyatakan pihaknya siap memberikan dukungan penuh asalkan Malaysia mampu menyusun rencana bisnis komprehensif berdurasi minimal lima tahun ke depan.
Ajang balap di Sepang akhir pekan lalu sendiri sukses mencatatkan rekor penonton baru dengan kehadiran lebih dari 261 ribu orang di sirkuit. Meskipun sempat diwarnai sejumlah keluhan terkait manajemen transportasi dan kepadatan arus penonton, antusiasme tinggi ini membuktikan bahwa pesona Formula 1 di Malaysia masih sangat kuat.