Gelora panas tersaji di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, usai skuad Garuda dipaksa bermain imbang tanpa gol kontra Malaysia pada ajang FIFA Asean Cup 2026. Laga sengit yang berlangsung pada Senin tersebut menyisakan berbagai sorotan tajam dari publik sepak bola tanah air, termasuk suporter setia yang memadati stadion.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pantauan dan analisis di lapangan, hasil imbang kontra Harimau Malaya membuat posisi Indonesia tertahan di peringkat kedua klasemen sementara Grup A. Walau mengantongi poin yang setara dengan sang pemuncak klasemen Malaysia, skuad Garuda harus rela berada di bawah sang rival akibat kalah dalam perolehan selisih gol.
Situasi kian memanas ketika gaung nama mantan juru taktik asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, tiba-tiba menggema di seisi stadion. Sebagian pendukung tampak menyuarakan kerinduan terhadap era kepelatihan sebelumnya di tengah kebuntuan lini serang timnas.
Kendati demikian, gelombang dukungan pembelaan justru mengalir deras untuk pelatih kepala saat ini, John Herdman. Sejumlah suporter menilai bahwa kritikan berlebihan tidak adil mengingat juru taktik asal Inggris tersebut masih berada dalam tahap awal membangun fondasi tim.
Menurut pengakuan salah seorang suporter bernama Gilang, Herdman memerlukan waktu yang cukup panjang untuk kembali meracik strategi dan menggali potensi maksimal dari para pemain. Ia, sebagaimana dilaporkan, meyakini bahwa proses adaptasi taktik di tubuh skuad Garuda tidak bisa instan.
"Ya menurut saya sih kalau untuk masalah itu sebenarnya mungkin John Herdman juga butuh waktu ya untuk ngulik lagi," ungkap Gilang saat ditemui di kawasan SUGBK.
Lebih lanjut, faktor teknis di atas lapangan turut menjadi sorotan utama dalam jalannya laga tersebut. Insiden kartu merah yang diterima Thom Haye pada babak pertama dinilai memberikan dampak kerugian yang sangat besar bagi keseimbangan permainan tim.
"Tapi sebenarnya pun kita juga kehilangan satu orang, Thom Haye di babak pertama tuh sangat ada dampak besar lah," tambahnya mengulas jalannya pertandingan yang penuh drama.
Meski harus berjuang dengan 10 pemain sepanjang sisa laga, performa juang para punggawa Garuda dinilai patut diapresiasi tinggi karena mampu mengamankan satu poin penting dari tangan Malaysia.
"Tapi untuk performance untuk pemain, menurut saya sih sudah berjuang keras lah untuk bisa imbang 0-0 ya," puji suporter tersebut.
Menutup pandangannya, pengamat suporter menyarankan agar seluruh pecinta sepak bola nasional bersabar dan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi Herdman membuktikan kapasitasnya. Mengingat era kejayaan sebelumnya juga membutuhkan proses pembangunan hingga lima tahun lamanya.
"Iya, mungkin kita kasih waktu lagi lah. Butuh proses lah ya. Semua itu nggak ada yang instan sih. Shin Tae-yong juga bisa melakukan semua hal sebagus itu butuh waktu lima tahun, ya kan? Jadi semuanya tidak ada yang instan, butuh proses semuanya pasti," pungkasnya menutup perbincangan.