Hasil skor tanpa gol menghiasi duel sarat gengsi antara Timnas Indonesia kontra Malaysia dalam lanjutan ajang FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin malam lalu. Meskipun Skuad Garuda sukses mengamankan satu poin penting, pengamat sepak bola tanah air sekaligus mantan pelatih tim nasional, Indra Sjafri, langsung melayangkan catatan evaluasi serius terhadap penampilan anak asuh John Herdman.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Pertandingan tersebut memang berjalan di luar dugaan setelah Indonesia harus berjuang dengan 10 pemain sejak menit ke-37 akibat kartu merah yang diterima oleh Thom Haye melalui tinjauan VAR usai insiden di lapangan. Berdasarkan analisis tim redaksi, situasi pelik ini memaksa Garuda mengubah total strategi permainan demi meredam gempuran bertubi-tubi dari tim tamu asal Negeri Jiran sepanjang sisa durasi laga.
Menanggapi perjuangan heroik tersebut, Indra Sjafri memberikan apresiasi tinggi terhadap ketahanan mental para penggawa Merah Putih yang mampu bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. "Kalau dengan 10 pemain sejak menit 37 sampai 90 lebih, kita tidak kebobolan, itu luar biasa. Itu menunjukkan mental dan perjuangan yang sangat kuat," ujar Indra Sjafri mengomentari ketangguhan mental para pemain.
Kendati demikian, mantan juru taktik timnas U-20 itu menilai aspek taktik dan organisasi permainan masih menyisakan banyak pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi oleh tim pelatih. Secara terbuka, Indra memberikan nilai 7,5 untuk mentalitas bertanding skuad Garuda, namun ia hanya memberikan nilai 6 untuk sistem permainan secara keseluruhan selama menghadapi tekanan dari Malaysia.
Lebih lanjut, Indra menyoroti kecenderungan tim yang terlalu dalam bertahan serta menumpuk banyak pemain di area pertahanan sendiri setelah kehilangan satu personel di lapangan. Menurutnya, pola bertahan total memang menjadi opsi darurat yang masuk akal, tetapi Indonesia tetap wajib memiliki skema transisi yang efektif guna keluar dari tekanan dan memberikan ancaman balik ke lini pertahanan lawan.