Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, akhirnya memberikan respons resmi terkait hasil imbang yang diraih oleh Timnas Indonesia saat menghadapi Malaysia dalam laga lanjutan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 pada Senin malam lalu. Pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, tersebut berjalan sengit dan penuh drama sebelum akhirnya harus puas dengan skor akhir 0-0.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Melalui akun Instagram pribadinya pada Selasa (29/9/2026), Erick Thohir menyampaikan apresiasi serta rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran ofisial dan para pemain yang telah berjuang habis-habisan di atas lapangan hijau. Menurut pengamatan tim redaksi, perjuangan Skuad Garuda patut diacungi jempol mengingat mereka harus bermain dengan 10 orang selama kurang lebih 70 menit setelah Thom Haye diganjar kartu merah usai insiden dengan Arif Aiman.
"Terima kasih kepada para ofisial dan para pemain yang sudah memberikan seluruh kemampuannya," ungkap Erick Thohir dalam unggahannya. Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut juga menambahkan bahwa anak asuh John Herdman mampu menunjukkan mentalitas luar biasa dengan terus memberikan perlawanan sengit hingga menit-menit akhir pertandingan meskipun kalah jumlah pemain.
Lebih lanjut, Erick Thohir meminta skuad Garuda untuk segera melupakan hasil tersebut dan langsung mengalihkan fokus penuh ke pertandingan selanjutnya melawan Bangladesh karena peluang dan kesempatan untuk melaju masih terbuka lebar. "Fokus ke pertandingan selanjutnya melawan Bangladesh. Kesempatan masih ada," tegasnya memberikan motivasi kepada tim.
Di sisi lain, atmosfer di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) seusai pertandingan terpantau dinamis ketika teriakan nama mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, tiba-tiba menggema dari tribune penonton. Berdasarkan analisis awak media, gelombang reaksi suporter ini mencerminkan tingginya ekspektasi publik sepak bola tanah air terhadap performa tim nasional yang kini ditangani oleh nahkoda anyar.