Investor legendaris yang namanya melambung lewat film The Big Short, Michael Burry, kembali membuat gempar pasar keuangan global. Berdasarkan laporan terbaru, Burry menyatakan dirinya semakin percaya diri bahwa ledakan tren teknologi kecerdasan buatan atau AI sedang menuju jurang kehancuran yang diperkirakan terjadi pada tahun depan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam sebuah unggahan di platform Substack, Burry mengungkapkan bahwa ia mempercepat lini masa prediksinya karena melihat gelembung investasi AI berisiko meledak lebih cepat dari perkiraan semula. "Saya semakin yakin bahwa tesis pesimistis ini akan terwujud dalam satu tahun ke depan," tulisnya mengenai kondisi pasar saat ini.
Untuk memperkuat strateginya, Burry dilaporkan beralih dari posisi jual konvensional ke opsi put bearish pada sejumlah raksasa teknologi. Langkah tersebut mencakup posisi taruhan terhadap saham-saham populer seperti Nvidia, Palantir, Micron, hingga indeks Nasdaq 100 dengan batas waktu kedaluwarsa antara Juni hingga Desember tahun depan.
Dari analisis tim redaksi, langkah agresif Burry didorong oleh kekhawatiran mendalam terhadap lonjakan belanja infrastruktur data center yang dibiayai oleh utang masif. Menurut pengamatannya, kenaikan suku bunga global akan memperketat likuiditas dan memberikan tekanan luar biasa pada rantai pendanaan ekosistem teknologi tersebut.
Meskipun pasar saham secara keseluruhan masih mengabaikan berbagai peringatan risiko dan terus mencetak rekor tertinggi, Burry tetap teguh pada pendiriannya. Ia menilai bahwa perusahaan-perusahaan besar di sektor ini mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan finansial di balik gemerlapnya euforia teknologi.