Tekanan berat kini tengah menyelimuti pergerakan saham Nike menjelang rilis laporan keuangan terbarunya. Sentimen negatif dari para pelaku pasar global dilaporkan mencapai level tertinggi sepanjang sejarah, mencerminkan kekhawatiran mendalam terhadap prospek keuangan perusahaan pakaian olahraga asal Amerika Serikat tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan data riset terbaru dari S3 Partners, volume posisi jual kosong atau short interest pada saham dengan simbol NKE melonjak drastis hingga menyentuh angka 87 juta lembar. Angka tersebut mencatatkan rekor tertinggi dan naik secara signifikan dibandingkan posisi tahun sebelumnya, sementara para penjual singkat dikabarkan mengantongi keuntungan kertas yang masif.
Menurut analisis awak media, kemerosotan ini tidak lepas dari rentetan tren negatif yang menghantam raksasa sportswear tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Mulai dari hengkangnya ikon sepak bola dunia Kylian Mbappé hingga dikeluarkannya saham Nike dari indeks bergengsi S&P 100 setelah bertahan selama hampir dua dekade, memperlihatkan hilangnya kepercayaan investor.
Sementara itu, pengamat pasar dari Evercore ISI, Michael Binetti, mengungkapkan bahwa tantangan operasional Nike masih akan berlanjut dalam beberapa kuartal ke depan. Penurunan proyeksi pendapatan serta lemahnya permintaan ritel membuat para analis meyakini bahwa pemulihan jangka panjang perusahaan masih membutuhkan jalan terjal dan waktu yang tidak sebentar.
Kendati dihadapkan pada badai tekanan pasar yang begitu masif, manajemen Nike tetap berupaya merumuskan strategi inovasi baru guna mengembalikan kejayaan mereknya. Publik kini menanti langkah konkret dari jajaran eksekutif baru untuk membalikkan keadaan di tengah ketatnya persaingan industri global.