Industri perlengkapan bayi dan ibu di Singapura tengah menghadapi tantangan besar menyusul tren penurunan angka kelahiran yang kian merosot dari tahun ke tahun. Berdasarkan laporan data resmi, jumlah kelahiran hidup di negara tersebut mencatat rekor terendah dengan angka di bawah 30.000 bayi, sementara tingkat kesuburan total ikut merosot tajam hingga menyentuh angka 0,87.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Situasi demografi yang kian menantang ini memaksa sejumlah brand lokal seperti Hegen dan Tollyjoy untuk memutar strategi demi mempertahankan kelangsungan bisnis mereka. Menurut pengamatan tim redaksi, para pelaku usaha kini tidak lagi bisa mengandalkan volume penjualan domestik yang besar, melainkan harus beralih pada inovasi produk premium serta memperluas jangkauan pasar ke kancah global.
Di tengah ketatnya persaingan dan lonjakan biaya operasional bahan baku, Co-Founder sekaligus Chief Operating Officer Hegen, Leon Bock, mengungkapkan bahwa perusahaannya harus cermat mengelola efisiensi dan diversifikasi produk. "Biaya produksi terus merangkak naik, sehingga kami harus mencari cara terbaik untuk memitigasi berbagai faktor risiko tanpa menurunkan kualitas produk," ujarnya sebagaimana dikutip dari laporan media setempat.
Kendati demikian, para pengamat pemasaran menilai bahwa penurunan angka kelahiran tidak serta-merta membuat total nilai belanja pasar ikut ambruk secara drastis. Sebagaimana dijelaskan oleh pakar bisnis dari Nanyang Business School, orang tua masa kini cenderung lebih selektif dan mengutamakan produk multifungsi berkualitas tinggi, sehingga strategi premiumisasi menjadi kunci penting bagi pertumbuhan pendapatan di masa depan.